Mengatasi Kejahatan Hipnotis/Gendam

Penipuan melalui Hipnotis atau di kalangan masyarakat umum dikenal dengan istilah ‘gendam’, dipercaya sebagai teknik Hipnotis dengan menggunakan kekuatan magic & mistik.

Secara teknis, fenomena “gendam” dapat merupakan salah satu atau gabungandari : Conventional Hypnosis dengan metode Shock Induction, Ericksonian Hypnosis, teknik Esoteric Energy, atau Mind Control (Telepathic, Magnetism). Berikut ini petunjuk untuk menghindari dan mengatasi kejahatan Hipnotis atau “gendam”.

  1. Jangan biarkan pikiran anda kosong ketika berada di daerah umum. Pikiran kosong dapat mengakibatkan gerbang telepathic terbuka, sehingga pihak lain dapat dengan mudah menyampaikan pesan secara telepathic.
  2. Waspadalah jika ada orang yang mendekati anda, tiba-tiba timbul rasa kantuk yang luar biasa dan tidak wajar. Ada kemungkinan bahwa seseorang yang baru mendekati anda tersebut bermaksud negatif sedang melakukan “telepathic forcing”.
  3. Jika anda termasuk kategori memiliki kebiasaan “latah”, anda hendaknya extra waspada terhadap kemungkinan bahaya Hipnotis yang dapat dengan mudah menyerang anda. Mereka yang mempunyai kebiasaan “latah” cenderung memiliki gerbang bawah sadar yang mudah dibuka paksa dengan bantuan kejutan (Shock Induction). Hal yang sama juga berlaku bagi mereka yang mudah terkejut.
  4. Jangan mudah panik jika tiba-tiba ada beberapa orang yang tidak dikenal mengerumuni anda untuk suatu alasan yang tidak jelas. Sekali jangan mudah panik ! Karena rasa panik akan mempermudah terbukanya gerbang bawah sadar anda!
  5. Jangan mudah panik jika tiba-tiba ada seseorang yang tidak anda kenal menepuk bahu anda! Usahakan agar pikiran dan panca indera anda tetap aktif pada lingkungan sekitar anda! Jangan Hiraukan atau terfokus pada ucapan-ucapan orang yang menepuk anda tadi! Segera berpindahlah ke daerah yang lebih ramai dan menjauh dari orang tadi!
  6. Jika secara tiba-tiba, tanpa alasan yang jelas, dada anda terasa sesak, dan diikuti dengan perut agak mual, dan kepala sedikit pusing, waspadalah karena mungkin ada seseorang tengah mengerahkan energi gendam ! Segera lakukan “grounding”, yaitu meniatkan membuang seluruh energi negatif ke bumi (cukup visualisasi).
  7. Jika terjadi hal-hal yang mencurigakan, segera sibukkan pikiran anda, agar tetap berada di frekwensi yang mengakibatkan efek Hipnotis tidak dapat bekerja! Antara lain dengan : berdoa dalam hati, menyanyi dalam hati, atau memikirkan hal-hal yang berat!
  8. Jika ternyata anda mulai merasa memasuki suatu “kesadaran berbeda” dari biasanya (Tranch), mungkin anda sudah mulai terpengaruh oleh Hipnotis. Jika anda merasakan hal ini, maka segera niatkan dalam hati : “Dalam 3 hitungan, saya akan kembali sadar dan normal sepenuhnya ….”, kemudian segera hitung dalam hati : “Satu …, dua, … tiga”.
  9. Akhirnya…, motivasikan dalam diri anda dan berpikir positip terus menerus, bahwa Hipnotis/Gendam tidak akan pernah mampu menembus keimanan anda!

(Salam Mohamad Yunus)

Tags: ,

Leave a Comment

VACANCY: Web Developer

A Start-up System
Integrator Company for retail and restaurant looking for Web Developer personnel:

Able to read technical document in English Understand OOP and database (SQL Script)Expert in HTML & CSS DesignSkilled in either ASPX or JSPAble in Javascript

Submit
application and CV with your portfolio

AXILIAN

Apt.Laguna Pluit
Lt.Dasar. Blok B No.58

Jl.Pluit Timur
Raya Blok MM

Jakarta 14450

Website: www.axilian.net

Email: hrd@axilian.net

Note: Materi
test Javascript, CSS & HTML

Tags: , , , ,

Leave a Comment

Lowongan: Technical Support Manager

Responsibilities:

Report to Technical Support Manager.
The primary responsibility is providing high quality network & Security system design, implementation, testing, maintenance, training and documentation as well.
Dealing with both technical skill and interpersonal skill, such as technical hands-on, Technical Presentation and project management. In addition, candidate might also being required to involve in pre-sales/post-sales activities, quick learn and mastering new technologies.
Qualification:
Candidate must possess at least a Bachelor’s degree in engineering (computer / telecommunication), computer science / information technology or equivalent. CCNA certified or equivalent is a must, preferable CCNP certified.
Network security certified (CEH, CHFI, CISSP, etc) is an advantage. Network & Security product Certification (Fortinet, BlueCoat, SOPHOS, CheckPoint, Juniper, etc) is an advantage. Experienced in the same position for at least not less than 2 years.

——————

Lamaran & CV bisa di kirim ke: hrd@computradetech.com
Sebutkan di Subject: “Application for Network & Security Engineer”

Tags: , , , ,

Leave a Comment

Selamat Ramadhan 1431-H

Atas nama www.mynakula.net ijinkan kami mengucapkan selamat datang “Marhaban Mubarak” dengan tulus dan hangat kepada teman-teman dan keluarga mereka.

Perkayalah saudaraku ini dengan ilmu, hiasilah hatinya dengan kesabaran dan kasih sayang, muliakanlah wajahnya dengan ketaqwaan, perindahkanlah fisiknya dengan kesehatan, serta terimalah amal ibadahnya dengan kelipatgandaan barokah dan magfiroh-MU serta panjangkanlah umurnya ..

Mohon Maaf Lahir Batin
dan
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1431 H.
Amien …

Tags: , ,

Comments (1)

REDENOMINASI VS SANERING

Bbrp hr terakhir ini mgkn nasabah ada yang bertanya tentang mslh pemotongan nilai uang dari Rp.1000 menjadi Rp.1. Hal ini mengemuka stlh pemerintah menyatakan sdg mengkaji kemungkinan tsb. Yang perlu dimengerti dgn jelas, pemerintah sdg mengkaji kemngknn redenominasi. Dan redenominasi tdk = SANERING.

REDENOMINASI adalah pengurangan pecahan mata uang tanpa mengurangi nilai dari uang tsb. Contoh :
Jika Rp.1000 diredenominasi menjadi Rp.1,mk :
1 USD=Rp.9
Byr parkir=Rp.2
Sour Sally=Rp.40

Intinya, redenominasi tak lebih sbg langkah penyederhanaan numerikal,krn mata uang Indonesia sdh terlalu bnyk nol nya.( Indonesia adalah negara ke 2 di dunia yg memiliki pecahan uang 100.000, selain Vietnam . Sedangkan Zimbabwe prnh mencetak uang dlm pecahan 1.000.000.000 dlm kondisi darurat stlh terjadi inflasi jutaan %). Stlh redenominasi, pecahan mata uang kertas kita mngkn akan spt SGD atau AUD, dmn hny ada Rp.1,Rp.2,Rp. 5,Rp.10,Rp. 50, Rp.100, dan koin koin dlm pecahan sen.

SANERING adalah pemotongan nilai mata uang (spt yg prnh terjadi diIndonesia pd thn 1960 an)Contoh :
Jika Rp. 1000 dipotong nilainya menjadi Rp. 1,maka :
1 USD=tetap Rp.9.000 (yg artinya setara dgn Rp.9.000.000, atau 1000 x dari sebelumnya) Byr parkir=tetap Rp.2.000 (=Rp. 2juta);Sour Sally=tetap Rp. 40.000 (=Rp 40juta) Intinya,uang yg kita miliki akan berkurang 1/1000 x, atau semua brg akan menjadi lbh mhl 1000 x.

Namun redenominasi memerlukan proses panjang, BI tlh melakukan studi banding ke Turki yang pernah melakukan redenominasi & butuh masa sosialisasi/ transisi sampai 5 thn.Apalagi Indonesia, dgn 240 juta jiwa(baik yg terpelajar maupun yang tdk pernah sekolah tapi kenal duit), yang tersebar di 13.000 pulau, butuh waktu & perencanaan yg benar2 solid sblm menjalankan redenominasi ini.

BI menegaskan wacana redenominasi masih sebatas kajian semata.(Mohamad Yunus)

Tags: ,

Leave a Comment

PT DOXADIGITAL INDONESIA need a programmer

Responsibilities:
* To work individually or within a team to develop interactive and customized enterprise web based applications
* To be included in large scale project team to help with in-house development project
* To provide feedback and execution of application design plans agreed by project managers and team members
* To manage application code and fully document applications during application maintenance phase

Requirements:
* Candidate must possess at least a Diploma, Bachelor’s Degree, Engineering (Computer/Telecommunication), Computer Science/Information Technology, Science &

Technology or
equivalent. (D3 / S1 IT)
* Required language(s): Bahasa Indonesia
* Applicants must be willing to work in Jakarta Barat.
* Year of Experience: At Least 1 year
* Full-Time positions available.

Mandatory Required Skill:

* At least 1 year of experience in PHP programming
* Knowledge of PHP, AJAX, jQuery, JavaScript, MySQL, XHTML, and CSS is required
* Candidate must be able to work well under pressure and must be able to prioritize work to meet deadlines
* Candidate must be a fast learner and be motivated, with a good work ethic

Skill/Ability preference:

* Knowledge of web development for common open-source frameworks and platforms such as CodeIgniter, Drupal, Joomla, Magento and WordPress is an advantage
* Experience
with web 2.0 development
* Expert in cross-browser issues and work-around, as well as W3 web standards
* Comfortable producing well-com

please send your cv to hrd@doxadigital.com

Tags: , , , , ,

Leave a Comment

10 Kelemahan Manusia

Dalam hidup ini kita seringkali membuat berbagai kesalahan. Apa saja kesalahan-kesalahan yang sering dibuat tapi berakibat fatal.

  1. MENYALAHKAN ORANG LAIN
  2. Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet? Selalu “siapa” Bukan “apa” penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu “apa” sebabnya, bukan “siapa”. Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.

    Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh,” Adik tuh yang salah”, atau “mbak tuh yang salah”. Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

  3. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
  4. Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan MENGAKUI KESALAHAN. Anda pernah mengalaminya? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. “Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh”. Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai “improper guilty feeling”.

    Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang “Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb”. Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

  5. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
  6. Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: “Nah tuh ada kelinci, kejar aja”. Dia kejar itu kelinci, wesss…., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. “Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang”. “Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih”. Kalau “GOAL” kita hanya untuk “FUN”, isi waktu aja, ya hasilnya Cuma terengah-engah saja.

  7. MEMPUNYAI “GOAL”, TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
  8. Biasanya dialami oleh orang yang tidak “teachable”. Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.

  9. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
  10. Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin!. Karena hal itu melawan kodrat.

  11. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
  12. Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?

  13. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
  14. Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja
    nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

  15. TERLALU CEPAT MENYERAH
  16. Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

  17. BAYANG BAYANG MASA LALU
  18. Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa? Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa baliklagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. “Waktu” itu maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik?? Nggak ada kan ? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

  19. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
  20. Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: “Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar”. Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur. Sudah saatnya kita memperbaiki kehidupan kita. Kesempatan terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin maju.

    Action may not always bring success, but there is no success without action.

    “Usaha dan tindakan tidak selalu menghasilkan keberhasilan/ sukses, tetapi… Tidak ada keberhasilan dan sukses TANPA usaha dan tindakan.

    (Mohamad Yunus)

Tags: ,

Leave a Comment

berjaya dengan blog

pertama kali kenal dia waktu ada acara perusahaan, yaitu implementasi program perusahaan di kota kelahiran dia. kebetulan perusahaan mempunyai cabang di kota tersebut. sekilas melihat wajahnya anaknya memang manis, tetapi saat pertama kali ketemu biasalah hanya perkenalan muka aja, tanpa ada kata-kata apapun karena masih dalam konsep acaranya perusahaan.

lepas dari pertemuan itu, kemudian dilanjut dengan ngobrol-ngbrol via YM! sarana komunikasi murah meriah bagi penggila dunia maya. dari ngobrol-ngobrol itu saya jadi makin tertarik, karena orangnya juga asik di ajakin ngobrol. dari situ juga dia nunjukin blognya. apat itu blog? memang pada saat itu saya sendiri kurang memahami keberadaan dan fungsi suatu blog. pikir saya waktu itu blog merupakan kerjaan orang-orang yang punya waktu luang banyak, banyak ide, cuman belum tau untuk mengapresiasikannya, sehingga pilihan alternatipnya lewat dunia blogging.

awal mula saya suka dunia blogging juga karena dia. dengan melihat blognya dia yang berisi apa yang dia pikirkan kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan biar temen-temen blog lainnya pada tau dan kasih komentar. masih teringat dalam memori saya, dulu saya punya gambaran membikin beberapa blog dengan rencana masing-masing blog mempunyai tujuan masing-masing sesuai dengan fungsinya, tetapi rencana itu hanya tinggal rencana dan tidak terealisasi sama sekali karena keterbatasan waktu dan sarana, dan yang paling utama adalah malaz untuk menulis.

hari ini saya coba isenk-isenk blog walking ke blognya sobat saya yang telah menginspirasi saya untuk bisa menyukai dunia blogging. saya tertegun sejenak dan terkagum-kagum, dengan blog dia bisa keliling nusantara secara gratis, dengan blog dia sudah jadi artis (walaupun artis blogging), dan mungkin dengan blog dia akan jadi sesuai dengan apa yang diharapkannya …

hari ini saya kembali terinpirasi dengan apa yang di report kan pada blognya, dengan blog dia sudah berjaya, karena dia:

Nge-Blog Dengan HATI


Tags: , ,

Leave a Comment

ENCOURAGEMENT

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.*

Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. *
Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu
guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?” “Dari Indonesia,” jawab saya.

Dia pun tersenyum.*

*BUDAYA MENGHUKUM *
Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,”lanjutnya. “Di negeri Anda, guru
sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement!” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafikgrafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian. *

Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.
Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal. Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna),tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

*MELAHIRKAN KEHEBATAN *

Bisakah kita mencetak orang orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru,sundutan rokok, dan seterusnya. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.*

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.(*)*

*RHENALD KASALI*

Tags: ,

Comments (1)

Psikologi Kodok

Peter Senge bercerita dalam bukunya “The Fifth Discipline” tentang seekor kodok. Syahdan, kodok mempunyai psikologi yang menarik. Apabila seekor kodok dimasukkan dalam panci berisi air mendidih maka dia akan
refleks melompat keluar dari panci itu. Tapi apabila anda memasukkan kodok dalam panci biasa. Kemudian, anda taruh panci itu diatas kompor dan panaskan dengan api yang kecil sekali. Sehingga, air dengan sangat
perlahan memanas. Kodok tidak akan melompat keluar dari panci itu. Bahkan, sampai mati di dalam panci!

Mengapa? Kodok itu gagal menangkap sinyal perubahan suhu air yang merambat perlahan. Kodok merasa seolah-olah tetab berada pada air dengan suhu standar. Sampai suatu titik hingga semuanya telah
terlambat. Mati!

Apa yang bisa kita pelajari dari Kodok?

Kodok digunakan oleh Senge untuk melukiskan kegagalan organisasi pembelajaran. Kita cenderung menikmati area nyaman saat ini sehingga biasa mengabaikan sinyal-sinyal perubahan kecil yang ada dalam
organisasi maupun lingkungan eksternal organisasi kita. Kekeliruan-keliruan kecil dibiarkan sehingga menjadi kebiasaan dan tradisi yang kemudian menentukan nasib seluruh organisasi. Kita membiarkan keluhan-keluhan kecil pelanggan sehingga membentuk citra negatif organisasi. Kita tersadar nanti setelah angka penjualan kita
merosot. Kita abaikan perlakuan buruk kepada karyawan, seperti mendikte ide, tidak mengapresiasi kerja bawahan, dan kita baru tersadar setelah karyawan itu pindah ke perusahaan lain.

Begitu juga dengan negara ini. Kita abaikan kasus-kasus kecil, pelanggaran- pelanggaran kecil sehingga membentuk budaya korupsi. Korupsi hanya disikapi dengan cara-cara standar. Seumpama kodok hanya
menggeserkan tubuh tapi tetap dalam panci itu. Tidak ada lompatan keluar dari panci yang mulai memanas airnya. Sampai nanti terlambat bagi kita semua untuk melompat.

Apakah anda pernah mengalami kejadian seperti si Kodok? (bukik.com)

Tags: ,

Leave a Comment